Bab 9
PENJAGA PENGINAPAN
Rich dan Pemusik
berjalan di sepanjang
pantai menuju penginapan yang indah. Saat mereka semakin dekat, seseorang lelaki bertubuh sangat besar keluar
menyambutnya. Pemusik berbicara kepada Rich:
pantai menuju penginapan yang indah. Saat mereka semakin dekat, seseorang lelaki bertubuh sangat besar keluar
menyambutnya. Pemusik berbicara kepada Rich:
“Ini adalah salah satu
penginapan dalam jaringan penginapan Pendayung. Pria ini adalah penjaganya. Dia
akan mengatarmu pulang. Tetapi, sebelumnya kamu harus melewatkan waktu
bersamanya selama beberapa saat.”
Rich menjawab, “Maksud
Anda menginvestasikan waktu beberapa saat bersamanya?”
Pemusik tersenyum, “Ya,
menginvestasikan!”
Penjaga Penginapan
menyambut Rich dengan jabat tangan beruang dan pelukan pegulat. “Kamu pasti
Rich! Selamat datang di surgaku! Mari, silakan masuk.”
Rich memasuki penginapan
dan melihat
kebun, air mancur, serta kolam ikan yang paling mengagumkan. Situasinya benar-benar menyenangkan dan staf hotel berlalu lalang seperti mengenakan sepatu permadani ajaib.
kebun, air mancur, serta kolam ikan yang paling mengagumkan. Situasinya benar-benar menyenangkan dan staf hotel berlalu lalang seperti mengenakan sepatu permadani ajaib.
“Saya bertemu Tukang
Kebun hari ini, dan kebun Anda hampir sama cantiknya dengan miliknya. Anda
tahu, visinya adalah yang terhebat.”
Penjaga Penginapan
mendesah. “Ah ya. Aku mempunyai teman yang visinya jauh lebih hebat daripada
visi Tukang Kebun.”
“Benarkah? Siapa dia?”
“Oh, dia bukan
siapa-siapa. Dia tidak pernah melakukan sesuatu dalam hidupnya. Dia
hanya hidup secukupnya.”
hanya hidup secukupnya.”
Rich tidak mengharapkan
jawaban itu.
“Apakah dia tahu apa
yang diperlukan untuk menjadi kaya? Sudahkah dia bertemu Tukang Leding dan
Nelayan? Sudahkah dia bertemu dengan pemusik?”
“Oh, tentu saja sudah. Hanya
saja dia tidak pernah berhasil seperti mereka.”
Matahari mulai
tenggelam, dan Rich tiba-tiba merasakan sebuah ketakutan yang tak bisa
digambarkan. Apa jadinya jika dia bangun esok hari dan ternyata semuanya hanya
ilusi? Bagaimana jika semuanya tidak sejelas sebelumnya ketika dia berasa di pantai? Kemudian dia ingat mata Pemusik, dan dia mengajukan pertanyaan yang lebih baik:
ilusi? Bagaimana jika semuanya tidak sejelas sebelumnya ketika dia berasa di pantai? Kemudian dia ingat mata Pemusik, dan dia mengajukan pertanyaan yang lebih baik:
“Mengapa dia tidak
melakukannya?”
“Karena dia bahagia
menerima standar yang lebih rendah. Kamu tahu, aku juga seperti itu, sampai aku
menjadi Penjaga Penginapan
yang lebih baik.”
yang lebih baik.”
Rich menunggu penuh
harap.
“Kamu tahu, aku senang
melayani orang. Aku
Senang memberi orang
pengalaman yang luar biasa, terutama jika untuk itulah mereka datang secara
khusus. Aku selalu ingin melakukan yang terbaik. Aku selalu ingin melakukan
yang terbaik. Aku melakukannya dalam pekerjaanku, dan aku melakukannya setiap
hari dalam hidupku. Tetapi, dulu standarku rendah.”
“Bagaimana standar Anda
rendah jika Anda melakukan yang terbaik?”
Penjaga Penginapan
duduk di bangku yang elegan dan Rich mengikutinya. Seorang pelayan muncul
dengan membawa dua koktil buah. “Pernahkan kamu masuk ke hotel berbintang tiga?”
Rich memikirkannya. “Saya
pernah masuk ke hotel berbintang dua di desa.”
“Apakah orang-orang
yang bekerja di sana melakukan yang terbaik?”
“Ya.”
“Dan apakah kamu
merasakan pengalaman yang sama dengan yang kamu dapat di sini?”
“Tidak, tentu saja
tidak!” Rich berhenti. Sebuah kejelasan baru mulai terbentuk.
Penjaga Penginapan
melanjutkan, “Untuk waktu yang lama, aku selalu merasa telah melakukan yang
terbaik, tetapi tampaknya
aku tidak pernah mencapai apa pun. Aku
mulai menginvestasikan waktuku untuk mengembangkan diri. Aku mempelajari berbagai kunci menuju kekayaan, tetapi kakayaan tetap menjauhiku. Hingga
kemudian aku menyadari bahwa aku masih menjalani kehidupan hotel berbintang dua.”
aku tidak pernah mencapai apa pun. Aku
mulai menginvestasikan waktuku untuk mengembangkan diri. Aku mempelajari berbagai kunci menuju kekayaan, tetapi kakayaan tetap menjauhiku. Hingga
kemudian aku menyadari bahwa aku masih menjalani kehidupan hotel berbintang dua.”
“Meskipun tahu aku
harus menginvestasikan waktuku, aku masih terus menghabiskannya. Meskipun tahu
aku harus membangun sistem perledingan yang lebih baik, aku terus saja
menundanya. Meskipun tahu bahwa ada
irama menuju kekayaan, aku tidak pernah mencarinya dengan sungguh-sungguh. Aku masih tetap melakukan yang terbaik, tetapi pada akhirnya aku bersedia menerima standar yang lebih rendah.”
irama menuju kekayaan, aku tidak pernah mencarinya dengan sungguh-sungguh. Aku masih tetap melakukan yang terbaik, tetapi pada akhirnya aku bersedia menerima standar yang lebih rendah.”
Rich menyela, “Jadi,
bagaimana Anda
menjadi Penjaga Penginapan yang lebih
baik?”
menjadi Penjaga Penginapan yang lebih
baik?”
“Aku menaikkan
standarku. Kamu tahu,
bukan pengetahuanmu yang akan
membuatmu kaya, tetapi apa yang kamu lakukan dengan pengetahuanmu.”
bukan pengetahuanmu yang akan
membuatmu kaya, tetapi apa yang kamu lakukan dengan pengetahuanmu.”
Rich ingat apa yang dikatakan Nelayan:
“12. Mengetahui tanpa melakukan berarti belum
mengetahui.”
“Saat menaikkan standarku, aku tidak lagi bersedia menghabiskan waktuku
begitu saja. Aku tidak lagi bersedia menerima kehidupan yang sedang-sedang
saja. Aku tidak mau lagi menuruti pikiran cengeng dan visi yang tidak jelas. Saat
tidak lagi menerima perilaku tertentu, kamu tidak punya pilihan lain
kecuali mengambil tindakan dan mengubahnya.”
kecuali mengambil tindakan dan mengubahnya.”
“Jadi, kehidupan yang kita jalani tidak ditentukan oleh kehidupan yang
ingin kita jalani esok, tetapi oleh kehidupan yang kita
jalani saat ini. Kita menentukan standar
kita.”
kita.”
“25. Kamu menentukan standarmu.”
“Nah, Rich. Berikut ini sebuah rahasia untukmu.”
Rich mendekat, menumpahkan sebagian
koktil buahnya.
koktil buahnya.
“Apakah Pemusik memberitahumu soal daya tarik?”
Rich mengangguk.
“Jika kamu mengelola hotel berbintang
dua, orang-orang macam apa yang akan kamu tarik?”
Rich menjawab, “Orang-orang berbintang
dua?”
“Dan jika kamu mengelola hotel berbintang lima?”
Rich mulai memahaminya.
“Dan berikut ini adalah rahasia yang lain.”
Penjaga Penginapan menyapukan tangannya seolah sedang menaburkan benih di lantai marmer. “Hotel berbintang lima adalah
tentang pelayanan, kualitas, dan tata karma. Hal-hal semacam itu tidak membutuhkan
uang. Hanya dibutuhkan aturan dan sistem yang lebih baik untuk memastikan bahwa kamu tidak menerima standar yang lebih rendah. Jadi, kenyataannya, standar yang
lebih tinggi tidak perlu menghabiskan biaya lebih besar, dan kenyataannya …”
Penjaga Penginapan menyapukan tangannya seolah sedang menaburkan benih di lantai marmer. “Hotel berbintang lima adalah
tentang pelayanan, kualitas, dan tata karma. Hal-hal semacam itu tidak membutuhkan
uang. Hanya dibutuhkan aturan dan sistem yang lebih baik untuk memastikan bahwa kamu tidak menerima standar yang lebih rendah. Jadi, kenyataannya, standar yang
lebih tinggi tidak perlu menghabiskan biaya lebih besar, dan kenyataannya …”
Dia mencondingkan badannya ke depan, dan Rich juga.
“… Siapa yang menurutmu harus bekerja
lebih keras? Orang dengan kehidupan berbintang dua atau kehidupan berbintang lima?”
lebih keras? Orang dengan kehidupan berbintang dua atau kehidupan berbintang lima?”
Rich berpikir tentang orang-orang yang
dikenalnya yang ingin hidup lebih baik tetapi bersedia menerima standar
yang lebih
rendah. Dia memikirkan ayahnya. Dia
berpikir tentang orang-orang yang ditemuinya hari ini. Tanpa keraguan:
rendah. Dia memikirkan ayahnya. Dia
berpikir tentang orang-orang yang ditemuinya hari ini. Tanpa keraguan:
“Orang dengan kehidupan berbintang dua harus melakukan upaya lebih
keras.” Dan dia menulis:
“26. Kehidupan berbintang lima lebih mudah
daripada kehidupan berbintang dua.”
Rich mendapatkan ilham lagi, dan dia menuliskan daftar aturan dan system
kehidupan berbintang lima.
Kemudian dia punya sebuah pertanyaan
untuk Penjaga Penginapan. “Sekarang setelah Anda menjalani kehidupan berbintang lima, mengapa Anda memilih bekerja untuk Pendayung alih-alih bekerja untuk diri
sendiri?”
untuk Penjaga Penginapan. “Sekarang setelah Anda menjalani kehidupan berbintang lima, mengapa Anda memilih bekerja untuk Pendayung alih-alih bekerja untuk diri
sendiri?”
Penjaga Penginapan tertawa terbahak-bahak. “Aku menyukai pekerjaanku! Jangan
ambil pekerjaan ini dariku! Aku melakukan apa
yang kusuka untuk mencari nafkah, aku
hidup di surgaku dengan gratis, dan semua pendapatanku dikelola oleh sistem
perledingan uang yang hebat. Kekayaan telah memberiku kebebasan untuk memilih, dan inilah yang kupilih. Inilah visiku tentang kehidupan yang sempurna.”
yang kusuka untuk mencari nafkah, aku
hidup di surgaku dengan gratis, dan semua pendapatanku dikelola oleh sistem
perledingan uang yang hebat. Kekayaan telah memberiku kebebasan untuk memilih, dan inilah yang kupilih. Inilah visiku tentang kehidupan yang sempurna.”
Penjaga Penginapan duduk tegak. “Nah, Rich, aku punya sebuah pertanyaan
untukmu. Jika kamu harus menempatkan aku di lingkungan berbintang dua, apa yang
menurutmu akan terjadi? Akankah aku kembali menjalani kehidupan berbintang dua?”
Rich yakin jawabannya sudah pasti. “Tidak. Anda bisa mengubah lingkungan
itu atau kembali ke lingkungan berbintang lima
karena Anda tidak akan menerima standar yang lebih rendah.”
karena Anda tidak akan menerima standar yang lebih rendah.”
Penjaga Penginapan mengangguk. “Jadi, apa yang akan kamu lakukan jika
kamu kembali
ke lingkunganmu malam ini?”
ke lingkunganmu malam ini?”
Rich duduk diam.
“Ingat, Rich, kamu adalah pilihanmu. Segala pilihan dan pemelajaranmu
akan dibentuk dalam lingkunganmu. Jika pemelajaran
adalah permainan, lingkunganmu adalah taman bermainmu. Jangan menerima standar yang lebih rendah.”
adalah permainan, lingkunganmu adalah taman bermainmu. Jangan menerima standar yang lebih rendah.”
Rich menulis:
“27. Lingkunganmu adalah taman bermainmu.”
“28. Kamu adalah hasil pilihanmu.”
Hari mulai gelap. Rich memikirkan kembali pilihan yang diambilnya ketika
dia mengikuti jalanan penuh semak belukar, dan hasil
pilihan itu adalah dirinya saat ini. Saat
Penjaga Penginapan mengantarnya pulang,
dia memikirkan apa yang akan dikatakannya kepada ayahnya. Dia memikirkan apa yang dikatakan Dokter Mata:
pilihan itu adalah dirinya saat ini. Saat
Penjaga Penginapan mengantarnya pulang,
dia memikirkan apa yang akan dikatakannya kepada ayahnya. Dia memikirkan apa yang dikatakan Dokter Mata:
“2. Pilih tingkat di mana kamu ingin
bermain.”
Selama Sembilan tahun kehidupannya, satu-satunya tingkat komunikasi yang
ia ketahui dengan ayahnya adalah saling bertukar dan berhubungan. Malam ini, dia akan
mengilhami.
mengilhami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar