Bab
8
PEMUSIK
Rich
melangkah masuk ke gazebo. “Hai, saya Rich! Saya memiliki jasa perawatan kayu
yang berkualitas dan saya akan senang
membantu Anda.”
yang berkualitas dan saya akan senang
membantu Anda.”
Pemusik
tertawa. “Wow, kamu seorang
wirausaha muda. Sayangnya, gazebo ini
bukan milikku. Tetapi, serulingku bisa
di pelitur.”
wirausaha muda. Sayangnya, gazebo ini
bukan milikku. Tetapi, serulingku bisa
di pelitur.”
Rich
duduk dan melihat ke laut. Sebelumnya
dia tidak pernah memerhatikan betapa
luasnya lautan itu.
dia tidak pernah memerhatikan betapa
luasnya lautan itu.
“Bolehkan
saya mengungkapkan visi saya
kepada Anda?” Rich memulai.
kepada Anda?” Rich memulai.
Paemusik
meniup serulingnya dengan ringan
dan kemudian berhenti. “Gambarkan visimu untukku.”
dan kemudian berhenti. “Gambarkan visimu untukku.”
Dan
itulah yang dilakukan rich selama dua
puluh menit selanjutnya, sementara Pemusik
terus memainkan serulingnya.
puluh menit selanjutnya, sementara Pemusik
terus memainkan serulingnya.
“Jadi, sekarang katakan
kepadaku mengapa kamu mungkin gagal.”
Rich memikirkan hal
itu. Hal itu bukan
karena dia akan melakukan kesalahan, karena dia telah berencana untuk gagal. Bukan karena dia akan menyia-nyiakan
waktu atau uangnya, karena dia akan menginvestasikan keduanya. Bukan karena
dia akan bergerak terlalu cepat atau terlalu lamban, Karena dia akan mengikuti irama.
karena dia akan melakukan kesalahan, karena dia telah berencana untuk gagal. Bukan karena dia akan menyia-nyiakan
waktu atau uangnya, karena dia akan menginvestasikan keduanya. Bukan karena
dia akan bergerak terlalu cepat atau terlalu lamban, Karena dia akan mengikuti irama.
“Saya
tidak tahu. Bagaimana saya bisa gagal?”
“Jika
kamu menabur di musim panas atau
menuai di musim semi. Jika kamu
melupakan… “ dia memainkan serulingnya
lagi “…keselarasan.”
menuai di musim semi. Jika kamu
melupakan… “ dia memainkan serulingnya
lagi “…keselarasan.”
Dia
memandangi Rich, dan Rich pun melihat kilau indah di mata wanita itu.
“Katakan
kepadaku, Rich. Apa yang kamu tahu tentang waktu?”
“Saya
tahu bahwa kita, orang kaya, menghargai waktu lebih daripada uang. Saya
Tahu bahwa kita
memperlakukannya dengan sangat hati-hati karena kita melihatnya
sebagai sesuatu yang berharga. Kita benci menyia-nyiakannya.”
sebagai sesuatu yang berharga. Kita benci menyia-nyiakannya.”
Pemusik mengangguk
setuju. “Waktu tidak bisa dibandingkan dengan uang . kamu selalu bisa
mendapatkan lebih banyak uang jika kamu menghabiskannya. Sementara untuk waktu, sekali kamu
menghabiskannya, hilanglah waktu. Waktu tidak pernah
kembali. Waktu adalah asetmu yang paling berharga, maka berinvestasilah dengan memahaminya secara lebih baik.”
kembali. Waktu adalah asetmu yang paling berharga, maka berinvestasilah dengan memahaminya secara lebih baik.”
Rich menambahkan ke
dalam daftarnya:
“20.
Waktu adalah asetmu
yang paling berharga.”
yang paling berharga.”
Rich bertanya. “Jadi,
apa yang bisa Anda ajarkan kepada saya untuk membantu saya memahami waktu
dengan lebih baik?”
Pemusik memandang lautan, “Waktu memiliki cita rasa. Belajarlah untuk merasakannya,
dan kekayaanmu pun terjamin.” Dia berhenti.
Pemusik memandang lautan, “Waktu memiliki cita rasa. Belajarlah untuk merasakannya,
dan kekayaanmu pun terjamin.” Dia berhenti.
“Akan kutunjukkan
kepadamu. Perhatikan
ombak itu.”
ombak itu.”
Rich memandang
ombaknya. Ombak itu tampak seperti ombak-ombak lain yang
pernah dilihatnya. Pemudik melanjutkan, “Bernapaslah bersama ombak.”
pernah dilihatnya. Pemudik melanjutkan, “Bernapaslah bersama ombak.”
Rich mulai menarik
napas saat garis air menyurut, dan mengembuskannya setiap kali ombak pecah di
pantai. Pemusik mulai memainkan serulingnya, memainkan nada-nada naik dan turun
bersamaan dengan
ombak.
ombak.
Rich bisa mendengar
Pendayung berkata:
“19.
Kekayaan yang berkelanjutan mempunyai irama.”
Tetapi, ini lain. Tubuh
Rick merinding setiap kali ombak memecah pantai. Hal aneh mulai terjadi. Dia
bukan lagi sekadar Rich. Dia
adalah sesuatu yang
jauh lebih besar. Saat bernapas, dia menjadi lalutan, dan melodi,
dan di sana terdapat begitu banyak
kelimpahan. Dia tiba-tiba melihat betapa jauh lebih banyak yang telah dimilikinya, dan betapa jauh lebih banyak yang harus dia berikan.
dan di sana terdapat begitu banyak
kelimpahan. Dia tiba-tiba melihat betapa jauh lebih banyak yang telah dimilikinya, dan betapa jauh lebih banyak yang harus dia berikan.
Dia berpikir tentang
ayahnya. Dia berpikir tentang ibunya yang telah tiada. Dia telah menyalahkan
ibunya atas kematiannya—karena meninggalkan dirinya dan ayahnya.
Dia tidak mengira akan bertemu dengan ibunya lagi. Tentu saja bukan di sini dan sekarang ini. Tetapi, perasaan menyatunya sangat dalam.
Dia tidak mengira akan bertemu dengan ibunya lagi. Tentu saja bukan di sini dan sekarang ini. Tetapi, perasaan menyatunya sangat dalam.
Alih-alih merasa
kewalahan, dia justru
merasa sangat tenang, dia merasakan
kekuatan batin yang bergelombang bergerak naik dalam dirinya. Kekuatan itu menggelora di seluruh tubuhnya, naik ke dadanya, dan
naik lagi ke wajahnya, ke matanya. Rich merasakan energi yang tidak bisa digambarkannya. Saat dia melihat ke luar, selaras dengan irama alam, dia disentakkan oleh kejelasan yang luar biasa.
merasa sangat tenang, dia merasakan
kekuatan batin yang bergelombang bergerak naik dalam dirinya. Kekuatan itu menggelora di seluruh tubuhnya, naik ke dadanya, dan
naik lagi ke wajahnya, ke matanya. Rich merasakan energi yang tidak bisa digambarkannya. Saat dia melihat ke luar, selaras dengan irama alam, dia disentakkan oleh kejelasan yang luar biasa.
Kemudian, dia
melihatnya. Dengan binar di matanya, dia berbisik, “Jadi, seharusnya
Dunia tampak seperti INI…”
Dunia tampak seperti INI…”
Pemusik berhenti
bermain, tetapi Rich masih bisa mendengar melodinya. “Bisakah kamu
merasakannya?” dia bertanya. Rich mengangguk. Pemusik melanjutkan, “Saat kamu
menemukan keselarasan yang sesungguhnya, kamu menemukan kekuatan yang tak
ternilai. Keselarasan adalah
landasan Kekayaan.”
landasan Kekayaan.”
Rich cepat-cepat
menuliskannya:
“21.
Keselarasan adalah
Landasan Kekayaan.”
Landasan Kekayaan.”
Wanita itu
menggambarkan lingkaran:
“Di laut, ada riak-riak
pada gelombang pada arus pada pasang. Sama dengan waktu. Ada musim dalam musim.
Ada musim semi,
panas, gugur, dingian setiap tahun, setiap
hari. Kamu memiliki berbagai musim dalam kehidupan, hubungan, investasi, dan
bisnismu. Kamu memiliki satu musim dalam perjalanan yang kamu lakukan hari ini.”
panas, gugur, dingian setiap tahun, setiap
hari. Kamu memiliki berbagai musim dalam kehidupan, hubungan, investasi, dan
bisnismu. Kamu memiliki satu musim dalam perjalanan yang kamu lakukan hari ini.”
“Kamu memiliki
musim-musim dalam pemelajaranmu dan dalam tindakanmu. Sekarang, kamu melihat
musim dalam
bukumu. Keselarasanmu memberikan pengetahuan itu.”
bukumu. Keselarasanmu memberikan pengetahuan itu.”
Richard memikirkan hal
itu. Pemusik benar.
“Saat kamu
menginvestasikan waktumu—untuk menabur, memelihara, dan menuai hubungan dan
investasimu, pemelajaran dan hasratmun visi dan fokusmu—pastikan kamu menabur
pada musim semi, merawat pada musim panas, dan menuai pada musim gugur. Uang
penting bukan hanya apa yang kamu lakukan, teapi juga kapan kamu melakukannya.”
Richard menulis:
“22.
Waktu mempunyai musim.”
“23.
Yang penting bukan hanya apa yang kamu lakukan, tetapi juga kapan kamu
melakukannya.”
Pemusik melanjutkan:
“Saat menemukan visi
dan kejelasanmu,
kamu menemukan Kekayaanmu. Saat kamu menemukan Kekayaanmu, kamu bisa
terfokus kepada cara menginvestasikan waktumu. Saat kamu menginvestasikan waktumu, kamu menciptakan nilai. Saat
kamu menciptakan nilai, kekayaanmu mulai mengalir. Saat kekayaanmu mengalir bersama irama dan keselarasan, kekayaanmu mulai bergema.”
kamu menemukan Kekayaanmu. Saat kamu menemukan Kekayaanmu, kamu bisa
terfokus kepada cara menginvestasikan waktumu. Saat kamu menginvestasikan waktumu, kamu menciptakan nilai. Saat
kamu menciptakan nilai, kekayaanmu mulai mengalir. Saat kekayaanmu mengalir bersama irama dan keselarasan, kekayaanmu mulai bergema.”
“Apakah kamu tahu
artinya bergema, Rich?”
“Saya merasakannya,
tetapi sata tidak memahaminya.”
“Saat bergema, kamu
menciptakan getaran, seperti riak-riak di kolam. Kamu menciptakan daya tarik
terhebat—kamu menarik orang-orang terbaik, kesempatan-kesemlpatan terbaik dan
lingkungan terbaik. Itulah saat kamu benar-benar mulai menjalani
kehidupan secara penuh. Saat bergema, kamu mengumpulkan sedikit demi sedikit.”
kehidupan secara penuh. Saat bergema, kamu mengumpulkan sedikit demi sedikit.”
Rich diingatkan kepada
burung-burung dan kupu-kupu di kebun Tukang Kebun. Dia menulis:
“24.
Saat bergema, kamu mengumpulkan sedikit demi sedikit.”
Matahari semakin turun
di langit, dan udara mulai terasa dingin. Rich menatap Pemusik. Dia belum
bertanya kepadanya seberapa kaya dirinya, tetapi dia menyadari dia tidak perlu
menanyakannya. Dia bisa melihat kekayaan
di seluruh tubuhnya. Dia bertanya:
di seluruh tubuhnya. Dia bertanya:
“Begitukah cara Anda
menjadi sedemikian kaya? Anda menarik segala sesuatu kepada diri Anda?”
Pemusik menggelengkan
kepalanya. “Daya tarik itu bukanlah penyebabnya. Hal itu
adalah dampaknya. Saat kamu mulai
menarik hal-hal luar biasa, itu hanyalah petunjuk bahwa kamu berjalan di jalan yang benar. Jika tidak, itu adalah petunjuk untuk
adalah dampaknya. Saat kamu mulai
menarik hal-hal luar biasa, itu hanyalah petunjuk bahwa kamu berjalan di jalan yang benar. Jika tidak, itu adalah petunjuk untuk
melakukan penyesuaian
ulang. Daya tarik itu adalah penghargaan yang kamu dapatkan dari usahamu.”
“Tidak, saat aku
menjadi pemusik yang lebih baik, aku mengembangkan kejelasan tentang waktu dan
tempat untuk menciptakan
investasi baru, waktu membangunnya, dan waktu menjualnya. Aku menjadi penguasa waktu dan fokusku hanya dengan menyelaraskan diri dengan pasar dan penasihatku. Aku menemukan rahasia segala kekayaan luar biasa.”
investasi baru, waktu membangunnya, dan waktu menjualnya. Aku menjadi penguasa waktu dan fokusku hanya dengan menyelaraskan diri dengan pasar dan penasihatku. Aku menemukan rahasia segala kekayaan luar biasa.”
“Apa rahasianya?”
“Itulah yang harus kamu
temukan.”
“Bisakah Anda memberi
saya petunjuk?”
Pemusik tersenyum, dan
kemudian mulai memainkan melodi yang sama dengan yang ia mainkan sebelumnya. Rich
melihat kembali ke laut.
Di pertengahan melodi,
Pemusik tiba-tiba berhenti.
Melodinya berlanjut di
kepala Rich.
Dia berpaling kepada
Rich. “Aku mulai tahu apa nada selanjutnya.”
Rich melihatnya dengan
penuh teka-teki, dan nada lainnya muncul di kepalanya:
“Dunia sedang menunggu.
Berharap …”
Rich melihat bayangan
dirinya di mata biru cerah perempuan itu. Bayangannya berkelip-kelip. Saat Rich
menatap matanya, Pemusik mengedipkan sebelah mata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar